Postingan

Contoh-contoh Pembelajaran Sosial Emosional yang dapat menjadi inspirasi

Gambar
Selain contoh kegiatan belajar-mengajar yang diberikan pada fase “Mulai dari Diri” dan kerangka/panduan dalam 5 Kompetensi Sosial Emosional berikut ini adalah berbagai contoh kegiatan yang dapat menumbuhkembangkan berbagai kompetensi sosial dan emosional. Berdasarkan definisi kunci yang sudah Anda pelajari, tahukah Anda apa kompetensi apa yang dapat dipelajari melalui contoh kegiatan di bawah ini?  1. Bernapas dengan kesadaran penuh Ini adalah latihan yang serupa dengan latihan STOP. Untuk murid yang lebih kecil, dapat dimodifikasi dengan cara meminta mereka tiduran dan meletakkan boneka di atas perutnya. Minta mereka memperhatikan bagaimana boneka tersebut naik dan turun perlahan-lahan. Guru juga dapat menganalogikan kegiatan menarik dan membuang napas seperti kupu-kupu yang sedang terbang dengan meminta mereka mengangkat kedua lengannya.. Minta mereka refleksikan apa yang mereka rasakan pada tubuh, pikiran, dan perasaan mereka sebelum dan setelah melakukan kegiatan tersebut....

Keterampilan Berelasi – Kerja Sama dan Resolusi Konflik

Gambar
Pernahkah Anda menyesali keputusan yang Anda buat? Pernahkah keputusan yang Anda buat, alih-alih memberikan solusi malah menimbulkan masalah baru, atau merugikan orang lain, lingkungan, dan bahkan diri Anda sendiri? Saat Anda mengalami hal tersebut, Apa yang Anda rasakan? Apa yang Anda lakukan? Menurut Anda, mengapa seseorang mengambil keputusan yang kemudian disesalinya? Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL) menjelaskan bahwa pengambilan keputusan yang bertanggung jawab adalah kemampuan seseorang untuk membuat pilihan-pilihan yang konstruktif terkait dengan perilaku pribadi serta interaksi sosial mereka berdasarkan standar etika, pertimbangan keamanan dan keselamatan, serta norma sosial (https://casel.org/core-competencies/). Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab sesungguhnya adalah kemampuan yang jika secara konsisten dan berkelanjutan ditumbuhkan dan dibiasakan sejak dini, akan memungkinkan seseorang untuk bertumbuh menjadi pribadi yang bertanggun...

Keterampilan Berelasi – Kerja Sama dan Resolusi Konflik

Gambar
Keterampilan Berelasi – Dalam kehidupan sehari-hari, kita dihadapkan pada berbagai bentuk kerja sama dengan berbagai pihak, baik murid, guru, rekan kerja, orang tua, dan komunitas masyarakat lainnya. Dalam kerja sama untuk mencapai tujuan bersama, sewajarnya kita akan menghadapi perbedaan pendapat dan konflik. Kemampuan kita untuk bekerja sama dan menyelesaikan konflik dengan konstruktif akan membantu kita membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Hubungan yang positif tidak hanya dapat membangun rasa percaya (trust), tetapi diyakini dapat memitigasi stres, melawan penyakit, dan memperpanjang umur seseorang. Sebelumnya kita sudah membahas kemampuan berempati. Dengan kemampuan berempati, kita dapat membangun hubungan yang lebih melibatkan (engaged) dengan menerima dan memahami orang lain. Empati membantu untuk belajar merespon orang lain dengan cara yang lebih informatif dan penuh afeksi ke orang lain sehingga lingkungan yang inklusif akan terbentuk. Selanjutnya, bagaimana kit...

Kesadaran Sosial - Keterampilan Berempati

Gambar
Bapak/ Ibu guru, kompetensi berikutnya dalam pembelajaran sosial dan emosional adalah kompetensi kesadaran sosial (social awareness). Jika dalam dua kompetensi sebelumnya, kita diminta untuk memiliki pemahaman dan kemampuan mengenal serta mengelola diri sendiri, maka dalam kesadaran sosial ini kita diharapkan membangun kemampuan untuk menempatkan diri dan melihat perspektif orang lain. Secara spesifik kita akan membahas mengenai keterampilan berempati. Empati merupakan kemampuan untuk mengenali dan memahami serta ikut merasakan perasaan-emosi orang lain sehingga dapat melihat perspektif sudut pandang orang lain. Baru setelah kita mampu melihat dari kaca mata orang lain, kita dapat menghargai dan memahami konteksnya. Apa saja yang mendasari perilaku, sikap dan cara berpikir orang tersebut. Bob dan Megan Tschannen-Moran (2010) menggambarkan empati sebagai sikap menghormati, tidak salah memahami dan mengapresiasi pengalaman orang lain. Mari kita kembali melihat kasus Bapak Eling. Jika di ...

Mengelola Emosi dan Fokus untuk Mencapai Tujuan

Gambar
Bapak/Ibu guru, apa yang dialami oleh Bapak Eling tentu sering dialami oleh kita. Saat harus mengajar di depan kelas, tidak jarang guru juga terpikir menyiapkan acara sekolah, bagaimana mendisiplinkan murid dengan pendekatan yang empatik, mengurus administrasi, guru juga mempersiapkan bahan perlengkapan ajar, dan masih banyak lagi. Bagaimana dengan murid-murid kita? Bapak/Ibu guru pasti pernah atau sering mendengar murid-murid mengeluh tentang tugas yang terlalu banyak, bingung menentukan mana tugas yang perlu dikerjakan terlebih dahulu. Kalaupun guru memberikan tugas jauh-jauh hari sebelumnya, mereka tetap mengerjakan tugas itu sehari sebelum hari pengumpulan. Menurut www.psychologytoday.com, melakukan beberapa tugas bersamaan (multitasking) dapat meningkatkan stress dan mengurangi efisiensi serta produktivitas. Mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan membuat pikiran kita beralih dari satu fokus ke fokus yang lain. Tubuh menjadi lelah dan hasil pekerjaan kita cenderung tidak optim...

PENGENALAN EMOSI

Gambar
Kesadaran Diri - Pengenalan Emosi Bapak/Ibu Guru, saat kita berada dalam kondisi yang menekan, entah karena tuntutan yang terlalu besar atau terlalu banyak, tidak jarang kita merasa stress. Stres dalam istilah psikologi menurut Laura King, dalam bukunya “The Science of Psychology”, adalah respons individu terhadap kejadian atau keadaan yang mengancam. Bapak Eling berada dalam situasi stress karena begitu banyak tuntutan peran dan tanggungjawab yang perlu ditanggungnya. Sebut saja peran sebagai guru dengan tanggung jawab yang tidak kecil, menjadi panitia acara besar, serta memenuhi tanggung jawab personal dalam keluarga. Ekspresi emosi yang ditunjukkan Bapak Eling dalam contoh kasus 1–5 bisa jadi muncul sebagai responnya terhadap keadaan atau situasi lingkungan saat itu. Keadaan yang tanpa disadari Bapak Eling mengancam dirinya. Saat Bapak Eling sadar bahwa saat itu dirinya sedang mengalami gejolak emosi tertentu, Bapak Eling perlu mengenali dengan memberi nama emosinya saat itu. Jadi s...

Mindfulness (Kesadaran Penuh)

Gambar
Setelah memahami Pembelajaran Sossial Emosional, selanjutnya kita mencoba mengenal konsep Mindfulness. Lalu, apa itu mindfulness? Kesadaran penuh (mindfulness) menurut Kabat - Zinn dapat diartikan sebagai kesadaran yang muncul ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja pada kondisi saat sekarang dilandasi rasa ingin tahu (tanpa menghakimi) dan kebaikan (The awareness that arises when we pay attention, on purpose, in the present moment, with curiosity and kindness). Ada beberapa kata kunci, yaitu: kesadaran (awareness), perhatian yang disengaja (on purpose), saat ini (present moment), rasa ingin tahu (curiosity) dan kebaikan hati (compassion). Artinya ada keterkaitan antara unsur pikiran (perhatian), kemauan (yang bertujuan), dan rasa (rasa ingin tahu dan kebaikan) pada kegiatan (fisik) yang sedang dilakukan.  Kesadaran penuh (mindfulness) muncul saat seorang sadar sepenuhnya pada apa yang sedang dikerjakan dengan pikiran terbuka, atau dalam situasi yang menghendaki perhat...